Halaman

Sabtu, 30 Desember 2017

Siapa Yang Salah

Siapa yang salah dari kejadian ini? Salah semua.
Salahnya dia, disaat saya nanya alasan dia membenci saya, dia tidak pernah mau menjawabnya cuma diam dengan seribu bahasa.
Salahnya saya, disaat hidup saya merasa dihancurkan, saya berniat mau menghancurkan hidup dia.

Siapa yang benar dari kejadian ini? Tidak ada yang benar, dua-duanya salah.
Salahnya dia, saya sama dia sudah sepakat mau merahasiakan masalah ini tapi pada kenyataannya malah dia sendiri yang menceritakan masalah ini kepada orang lain.
Salahnya saya, saya terlalu memanfaatkan rasa cintanya dia kesaya di dunia maya.


.....................................................***.....................................................


Apakah dia korban? Saya rasa bukan
Kalo kejadiannya disaat dia mandi atau ganti pakaian, terus secara diam-diam tanpa sepengetahuannya saya merekamnya, baru itu bisa dikatakan sebagai korban (korban pengintipan kali). Tapi ini kan kejadiannya lain lagi, dia mandi, dia ganti pakaian atau bahkan dia masturbasi disaat sange’pun dia sendiri yang merekamnya.
Awalnya emang saya yang minta, tapi lama kelamaan setelah dia merasakan basah malah dia sendiri yang minta kesaya.

Jam 3 pagi, saya tidak pernah terpikir sedikitpun pengen gituan selain waktunya yang mendekati subuh, semalam juga sudah gituan. Akhirnya saya minta dia rangsang saya lagi.



Siapakah yang menginginkan pacaran di facebook? yang jelas bukan saya yang mulai

Dilihat dari status yang dia buat (seperti yang ada pada screenshot diatas), emang dia yang menginginkan pacaran di dunia maya (facebook), dia yang menciptakan sendiri kejadian seperti ini.

Apakah ini ujian buat dia? Saya rasa juga bukan
Setau saya yang namanya ujian itu ditujukan hanya untuk mereka-mereka yang beriman dan bertaqwa, diuji sampai sejauh mana kualitas keimanan dan ketaqwaannya.
Kalo dia merasa sebagai orang yang beriman dan bertaqwa, mungkin ini ujian buat dia.

Apakah saya berbohong? tidak
Lah, saya kan pakek akun facebook palsu mana mungkin saya pake identitas asli. Lagian pas awal kenal juga, saya sama sekali tidak pernah menyangka sedikitpun kalo akun facebook Jung Rae adalah akun facebook palsu dia.
Kalo saya jujur diawal setelah saya tau bahwa Jung Rae adalah dia, ngapain saya pakek akun facebook palsu. Emang diawal dia tidak berbohong? dia ngakunya kerja, walaupun beberapa hari kemudian setelah jadian dia jujur bahwa dia masih kelas 12 dan statusnya bukan kerja tapi magang kerja. Terus apa bedanya dengan saya? yang membedakan cuma jaraknya, dia jujur cuma beberapa hari setelah jadian sedangkan saya jujur setelah 41 hari jadian.

Apakah saya mempermainkan hati dan perasaan dia? tidak
Yang pertama sering ngungkapin isi hatinya siapa?, dari awal berteman juga saya sama sekali tidak pernah merayu dia, saya tidak pernah ngirim kata-kata romantis, saya tidak pernah ngirim puisi-puisi cinta karena tujuan utama saya bukan buat cari pacar. Saya pernah pacaran di dunia maya tapi saya tidak pernah pacaran pakek akun palsu.

Apakah saya mencintai dia? tidak juga
Di dunia nyata belum pernah sedikitpun saya mencoba untuk mencintai dia. Apa yang pernah saya kirimin ke whatsapp nya dia beberapa hari ke belakang, "aku mencintaimu, aku tidak bisa hidup tanpamu, aku bener-bener cinta gila dan cinta mati sama kamu", lah itu kan kata-kata yang sering dia ucapkan ke saya di facebook.

Apakah saya sakit hati karena ditinggalin sama dia? Saya rasa tidak, Saya tidak merasa ditinggalin karena di dunia nyata juga saya sama dia jarang bertemu, lagian sakit hati karena urusan cinta itu sudah biasa. Orang mau pacaran berarti harus siap sakit hati, kalau ga siap sakit hati jangan pernah mau mendekati tentang cinta.

Apakah saya menjadikan dia sebagai pemuas nafsu? tidak
Kalo saya niat mau mencari sebagai pemuas nafsu saya, kenapa harus sama dia,? bukankah di internet juga banyak photo dan vidio cewek yang gituan yang jauh lebih cantik dari dia bahkan artis papan atas juga banyak.

Apakah saya jahat? saya rasa tidak
Selama ini kan dia belum tau dengan siapa dia chattingan di facebook, disaat dia ngajak ketemuan mungkin saya tinggal nyuruh salah satu temen saya buat ketemuan sama dia, apalagi pas ketemuan sudah siap diajak nginep di penginapan segala.
Saya kalo mau berbuat jahat sama dia, mungkin udah dari dulu pas ketemuan waktu saya jujur sama dia. Buktinya kan saya tidak pernah berbuat macam-macam, jangankan berbuat jahat nyentuh diapun saya tidak.

Kembali kejalan yang benar? Saya dukung
Kalo emang berniat mau kembali kejalan yang benar, saya saranin jangan setengah-setengah, jangan sampe sifat munafiknya menghalangi jalannya, harus ingat dengan sumpah dan janji yang pernah diucapkannya.

Siapakah yang mulai ngajak bersumpah?
Dia berkata bahwa saya yang pertama ngajak bersumpah disaat saya ngirim photo tangan diatas al-qur'an. Coba cek lagi, kita berdua meyakini bahwa tanggal 20 agustus 2017 adalah hari pernikahan kita didunia maya. Saya ngirim photo bersumpah tanggal 23 agustus 2017.
20 sama 23 duluan mana?

Untuk siapakah dia bersumpah dan berjanji? 
Disaat dia merasa yakin bahwa saya tidak akan meninggalkan dia, pada saat itu dia mulai menetapkan hatinya. Berkali-kali dia bilang "bunda sangat tergila-gila sama ayah, bunda bener-bener cinta mati sama ayah, siapapun dan seperti apapun ayah rasa cinta bunda tidak akan luntur sedikitpun".

...................................................***...................................................


Didunia nyata tanpa alasan yang jelas dia bener-bener membenci saya dengan mengatakan bahwa "saya orang yang suka mengusik kehidupannya, saya orang yang suka mengganggu kenyamanan hidupnya, saya orang yang suka menekan kehidupannya, entah kenapa dia memiliki rasa takut yang berlebih jika melihat saya",
tapi didunia maya tanpa alasan yang jelas juga "dia bener-bener mencintai saya, cinta gila dan cinta mati"


Saya pernah nanya ke beberapa temen saya bahkan ke temen sekolahnya dia juga, "Seandainya kamu bener-bener membenci saya tapi disisi lain saya tau rahasia aib kamu, kira-kira apa yang akan kamu lakukan ke saya? apakah kamu akan tetep membenci saya atau mungkin sebaliknya?"

Rata-rata mereka menjawab:
kalo saya tetep membenci kamu sama saja dengan saya membiarkan aib saya sendiri tercemar apalagi tadi kamu bilang ada vidio sangenya, mau ditaro dimana muka saya, yang malu bukan cuma saya tapi keluarga saya juga ikut menanggung malu atas semua perbuatan yang pernah saya lakukan maka saya lebih baik cari aman dengan mendekati kamu”,

sekarang sudah terlanjur seperti itu, lagian ini juga kesalahan sy sendiri terlalu mencintai orang yang sama sekali belum pernah ketemu, saya ga mau membuat malu nama baik keluarga saya. siapapun kamu dimanapun kamu seperti apapun kamu, kamu orang pertama yang melihat tubuh saya maka saya lebih baik melanjutkan hubungannya. yang berhak melihat tubuh saya adalah suami saya sendiri selain suami berdosanya diriku memperlihatkan tubuh saya ke orang lain, tubuh yang selama ini saya jaga baik-baik yang cuma saya persembahkan untuk suami saya seorang”.

Cuma temen deketnya dia yang jawabannya lain daripada yang lain, "saya mau jadi diri saya sendiri, saya tidak mau membayangkan posisi saya yang seperti itu."

Jujur saya mah bingung jalan pikirannya dia tuh seperti apa, disaat saya tau segala-galanya malah dia sendiri yang semakin menjauh dari saya, yang ada malah ngancam balik dan ngomongin lagi ke orang lain.
Sifap egois, keras kepala dan keangkuhannya mengalahkan segala-galanya. Dia tidak pernah memikirkan kondisi keluarganya, orang tuanya bahkan adiknya yang masih kelas 1 SMP, apa yang akan terjadi jika adiknya di bully habis-habisan sama temen-temennya karena kelakuan kakaknya.
Sifat keras kepalanya dia yang menjadikan situasinya jadi seperti ini. Dia jauh lebih mempertahankan rasa bencinya dia kesaya daripada mempertahankan nama baik keluarganya. Sampai sekarangpun dia sama sekali tidak pernah mau menghubungi saya, yang ada malah ngomongin lagi ke yang lain. Kalo saya sih daripada ngomong ke orang lain masih mending ngomong di internet dengan cara bikin situs yang seperti saya tulis saat ini.

( Komika Alengka )

Kumpulan Photo dan Vidio Riska Rahayu alias Jung Rae

Saya bukan pengecut yang suka menikam orang dari belakang ataupun lari dari masalah. Apa yang mau saya lakukan, saya ngomong langsung ke orangnya.

Saya berencana membuat situs sebanyak 30, masing-masing situs terdapat 12 artikel. 9 situs saya ambil dari wordpress. Ke-9 situs tersebut saya aktifkan plugin maintenance, dengan settingan sebagai berikut:
- wp1 = aktif 2 tahun kemudian
- wp2 = aktif 4 tahun kemudian
- wp3 = aktif 6 tahun kemudian
- wp4 = aktif 8 tahun kemudian
- wp5 = aktif 10 tahun kemudian
- wp6 = aktif 12 tahun kemudian
- wp7 = aktif 14 tahun kemudian
- wp8 = aktif 16 tahun kemudian
- wp9 = aktif 18 tahun kemudian

---------------------------------------------***---------------------------------------------

Senin, 13 nopember 2017, saya inbox dia, "saya sudah tidak berminat lagi upload photo kamu tanggal 30 desember karena sudah sama temen kamu, bukan berarti saya tidak akan melakukannya. Saya akan mencari dilain waktu, mungkin sehari setelah kamu menikah, saya akan langsung ngirim ke keluarga calon suami kamu".

Kamis, 16 nopember 2017, dia dan ibunya ngadu lagi ke orang tua saya tentang inbox tersebut. Orang tua saya nanya ke saya, "apa benar kamu sampai dendam seperti itu?", saya jawab "ya, saya dendam saya emang berniat mau menghancurkan hidup dia, saat ini saya merasa bahwa hidup saya sudah hancur karena dia, saya sudah tidak punya semangat apa-apa lagi, saya ga bisa kerja disaat hati dan pikiran saya lagi ga sejalan, saya ga bisa melakukan aktivitas saya lagi, sekarang saya hidup serasa sudah mati".

Lihat orang tua saya nangis, saya langsung datang lagi kerumahnya, "maksud dan tujuannya ngomong ke orang tua saya apa? kalo dia berniat mau menyelesaikan masalah sama saya kenapa dia tidak ngomong langsung sama saya?", ibu dan neneknya cuma bilang "harusnya kamu ngerti, dia cuma umur saja sudah tua kelas 12 tapi otaknya masih BOLOTO", dalam hati saya cuma bisa bilang "amin, ucapan orang tua adalah sebuah do'a".

Semakin sering dia ngomong ke orang lain, semakin cepat pula saya frustasi. Entah dosa apa yang akan saya terima "Nerakaku Bukan Urusanmu", ini kata-kata yang pernah dia ucapkan kesaya.

---------------------------------------------***---------------------------------------------

Sampai saat ini saya belum tega kalau sampai harus posting semuanya. Sekarang yang saya upload cuma sebagian.
































































































































































Forum semprot

( Komika Alengka )